"Tumbu oleh Tutup" kalau
dibahasakan Indonesia yakni bakul bambu yang ketemu dengan tutupnya, sedangkan
makna dalam bahasa jawa adalah keserasian, kecocokan, saling melengkapi, jodoh.
ini tidak berlaku untuk percintaan saja melainkan dapat berlaku untuk pertemanan,
keluarga dan hubungan antar manusia yang lain.
Banyak dari kita ketika berhubungan dengan
manusia yang lain entah pertemanan maupun bercintaan terhenti disuatu tahapan
karena alasan alasan klasik : tidak sama, tidak sepemikiran, tidak sehobby,
tidak seselera, dan kata-kata yang diawali kata tidak yang lain. coba lihat
tumbu dan tutupnya apakah bentuk dan fungsinya sama? tentu tidak tapi jika
ketemu walaupun tidak sama maka akan tetap serasi karena saling menerima dan
melengkapi sesuai fungsi masing masing dan mungkin jika tumbu dan tutup itu
benda hidup punya jiwa, hati dan perasaan maka ada satu sifat lagi yakni
saling memaklumi.
Maklum. Kadang kita terlalu egois untuk
menerima pasangan kita, teman kita karena ada sifat yang dimiliki yang tidak
sukai oleh kita, kita terlalu memaksa mereka untuk berubah menjadi yang kita
mau dan harus sama dengan kita dan kesimpulan akhirnya status pertemanan akan
stagnan di sekedar tahu nama dan pernah komunikasi tanpa dapat ke status
persahabatan sedangkan di status percintaan akan menjadi akhir dari hubungan
tanpa bisa lanjut kejenjang yang lebih tinggi. Hal-hal tersebut dapat dikompromikan
dengan saling memaklumi, saling menerima apa adanya dengan cara sisakan sedikit
ruang kosong di dalam hati untuk menerima apa saja sifat dan apapun yang
dipunyai oleh pasangan maupun sahabat walaupun awalnya susah dan biasanya sakit
hati lama kelamaan akan terbiasa. Ketika sudah saling memaklumi maka yang
terjadi selanjutnya saling kompromi untuk lebih menerima apa yang tidak
disukai, terakhir terjadi asimilasi untuk saling melengkapi satu sama lain
tanpa harus menjadi sama.
-tulisan ini terinspirasi oleh DPA semasa
kuliah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar